Jumat, 14 Juni 2013

7 Makanan yang Seharusnya Tak Dimakan

 7 Makanan yang Seharusnya Tak  Dimakan
Jakarta - Saat ini, kita sering disibukkan dengan pilihan pada menu sehat. Pasalnya, makanan-makanan tak sehat semakin menjamur di sekitar kita. Memang, makanan tak sehat seringkali begitu mengundang selera. Tapi jangan lupa, makanan tak sehat pun mengundang penyakit. Di antara banyak makanan "sampah", ada 7 jenis makanan yang menurut para ahli nutrisi seharusnya tidak pernah kita coba. Berikut 7 makanan tersebut, seperti dilansir Daily Health Post, Rabu, 12 Juni 2013.

1. Soda
Pada dasarnya sebotol soda hanyalah gula cair. Tidak ada sedikitpun kandungan gizi di dalamnya. Dengan kandungan gula tersebut, rasa haus tidak akan hilang sempurna. Mulailah membiasakan diri untuk minum air putih atau susu.

2. Sereal Manis
Sereal manis mengandung kadar gula yang tinggi dan nutrisi yang rendah. Berhentilah memberikan makanan yang mengerikan ini untuk tubuh Anda. Anda tidak harus anti terhadap sereal manis, sebab Anda masih dapat menyiasatinya dengan menikmati sereal yang mengandung sedikit gula, misalnya granola. Namun, Anda juga tetap harus berhati-hati. Pasalnya, banyak granola di pasaran yang tidak lebih baik dari pada sereal manis.

3. Makanan Beku Siap Saji
Memakan makanan beku siap saji dapat diibaratkan dengan menjilat garam raksasa. Tingkat natrium yang terkandung di dalamnya sangat tinggi dan sering melebihi jumlah yang seharusnya kita konsumsi. Cobalah untuk mengganti kebiasaan membeli kudapan beku siap saji dengan membuat sendiri kudapan sehat sesuai dengan selera.

4. Burger/Hot Dog
Burger/hot dog bukanlah jenis makanan yang baik. Sebagai makanan olahan, burger adalah ‘tempat sembunyi’ banyak zat yang buruk bagi tubuh.

5.Sereal Batangan
Sereal batangan sering dikemas dengan kandungan gula yang jauh lebih tinggi dari pada yang kita bayangkan, meskipun diiklankan seabagai produk berserat tinggi. Beberapa sereal batangan bahkan tidak lebih baik dan sehat ketimbang kue tart. Hindari pula muffin kemasan yang terkenal memiliki kadar gula tinggi.

6. Mie Instan
Mie instan merupakan salah satu makanan favorit di Indonesia dan kawasan Asia lainnya. Harus disadari bahwa mie instan memiliki peranan besar terhadap asupan sodium harian, terutama bagi penderita hipertensi atau diabetes. Jenis makanan ini benar-benar harus keluar dari menu kita sebab tidak ada gizi yang dapat diserap darinya.

7. Roti Tawar
Sama halnya dengan mengonsumsi cupcakes, roti tawar juga akan membuat energi kita cepat menurun sebab keduanya terbuat dari karbohidrat dasar yang cepat terurai menjadi gula sederhana. Agar tubuh bertenaga lebih lama, cobalah roti gandum yang dikenal kaya akan nutrisi.

Kamis, 23 Mei 2013

Teh Hijau Kemasan Tak Sesehat yang Didengungkan



London - Teh hijau telah dipuji untuk kemampuannya sebagai 'penangkal' kegemukan, bersifat antioksidan, dan mengurangi risiko stroke. Namun laporan baru yang diterbitkan pekan ini oleh ConsumerLab.commenunjukkan bahwa tidak semua teh hijau yang dipasarkan berfungsi sama.

Peneliti yang menguji 26 jenis minuman teh hijau dan suplemen menemukan bahwa beberapa teh siap minum kebanyakan lebih banyak kadar air-gula ketimbang tehnya. Beberapa suplemen yang diklaim untuk mempercepat penurunan berat badan atau membantu memerangi kanker memiliki tingkat tinggi kafein yang tidak tercantum pada label, dan beberapa merek teh celup, terutama yang diproduksi di Cina, telah terkontaminasi dengan timbal.

"Timbal dapat terjadi dalam berbagai produk botani karena diambil dari tanah," kata Tod Cooperman, presiden ConsumerLab.com, mengatakan kepada New York Times."Tanaman teh hijau dikenal untuk menyerap timbal pada tingkat yang lebih tinggi daripada tanaman lain dari lingkungan, dan timbal juga dapat terbangun pada permukaan daun."

Para peneliti menemukan 1,25 mikrogram sampai 2,5 mikrogram timbal dalam teh celup merek Lipton dan Bigelow, yang keduanya terbuat dari daun teh yang berasal dari Cina. Sedang Teavana, yang menggunakan teh yang diambil dari Jepang untuk teh Gyokuro mereka, mengandung sejumlah timah.

Teh hijau bermanfaat bagi kesehatan terutama karena mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), antioksidan yang kuat. Peneliti mengukur kadar EGCG dalam berbagai jenis teh hijau - daun teh, teh botol siap minum, dan suplemen teh hijau - dan menemukan bahwa jumlah antioksidan yang menguntungkan bervariasi.

Sementara dalam suplemen mengandung 22 miligram sampai 300 miligram EGCG per porsi (tergantung merek), minuman teh hijau kemasan hanya mengandung 4 miligram senyawa per cangkir.

Bahkan dalam beberapa merek, katanya, teh hijau dengan madu yang dibanderol mengandung 190 miligram EGCG per porsi ternyata hanya sekitar 114 miligram. Bahkan beberapa produk yang dilabel sebagai teh hijau tidak mengandung EGCG sama sekali.

Jumat, 12 April 2013

Orang Gemuk Berumur Panjang



Luebeck - Ahli masalah obesitas dari Jerman, Achim Peters, menyatakan orang gemuk memiliki usia hidup yang lebih panjang dibandingkan dengan orang kurus.
Peters yang merupakan dokter ahli obesitas dari Luebeck University di utara Jerman mengatakan bahwa orang gemuk memiliki lebih banyak nutrisi untuk otak dalam kondisi tekanan stres.

Dia menjelaskan bahwa orang yang kegemukan lebih bisa bertahan terhadap stres di kehidupan modern karena mereka memiliki metabolisme yang lebih baik, kata Luebeck, seperti dikutip DailyMail.

Selama 30 tahun, Peters telah mempelajari relasi antara otak dan bobot tubuh. Dia mengatakan bahwa anggapan orang gemuk akan meninggal lebih cepat adalah mitos. "Dalam keadaan tertentu, orang bereaksi terhadap tekanan dengan cara yang berbeda. Beberapa banyak makan dan menjadi gemuk," jelas Peters.

Beberapa orang lainnya akan menolak makanan dan menjadi kurus. Orang yang lebih rentan terkena penyakit adalah yang lebih kurus. Yang gemuk, justru memiliki kondisi yang lebih sehat. Dia menambahkan bahwa menjadi kurus bukanlah suatu masalah, tetapi mengalami penurunan bobot tubuh akibat stres bisa berbahaya.

"Saat otak tidak mendapatkan sumber makanan dari luar, dia akan mengambil sumber makanan dari dalam seperti dari otot, bahkan organ tubuh lainnya. Maka, sedikit orang stres kurus yang sehat," kata Peters.

Sejauh ini, penelitian hanya membahas mengenai korelasi antara kematian dan kegemukan. Penyebab kematian sendiri tidak hanya karena kegemukan, melainkan juga stress. Peters menambahkan bahwa "ketidakseimbangan sosial" yang memicu stress tidak dapat diperbaiki dengan pola makan, terutama pada kehidupan modern saat ini.

Jumat, 22 Maret 2013

Menjadi Penyelamat Binatang

Ketika Mister Ikut Menjadi Penyelamat Binatang

Jakarta -Bukan hanya orang asli Indonesia, sejumlah ekspatriat juga tergerak untuk melakukan hal ini. Salah satunya adalah Karin Franken. Perempuan berdarah Belanda ini mulai serius terjun menyelamatkan hewan ketika ikut orang tuanya bekerja di Jakarta sekitar 10 tahun lalu. Awalnya sendirian. Lalu bersama dua temannya, Natalie Sterwart dan Femke den Haas, Karin membentuk Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Sejak dibentuk pada 2008, JAAN telah menyelamatkan 432 anjing telantar. JAAN mempunyai shelter (penampungan) di Cijantung, Jakarta Timur. Dengan luas 3.000 meter persegi, ada 18 anjing yang ditampung. JAAN tetap menjaga jumlah anjing tetap proporsional dengan daya tampung. “Mereka tidak kami kandangkan agar bisa belajar dengan lingkungan,” kata Karin.

Salah satu yang diselamatkan Karin adalah Amore, anjing jenis rottweiler. Sudah hampir setahun Amore selalu menemani Karin di ruangan kerjanya di lantai dua kantor Animal Clinic, Kemang, Jakarta Selatan. Dengan usianya yang termasuk tua, 10 tahun, Amore memang kian terlihat renta. “Ini sudah oma-oma,” kata Karin sambil mencium Amore.

Sebenarnya, sebagai jenis rottweiler, Amore akan banyak dicari orang. Sayang, selain umurnya sudah tua, dia juga mengidap kanker serta tumor yang sudah menjalar ke seluruh tubuh. “Penyakitnya sudah tidak bisa dioperasi,” ujar Karin. Itu semua membuat tak ada yang mau mengadopsi Amore. “Akhirnya, pilihannya tinggal memberikan Amore kesempatan untuk menikmati hidup yang enak. Yang penting dia happy.”

Karin ingat perjumpaannya pertama kali dengan Amore. Saat itu anjing tersebut dibawa oleh seseorang ke klinik milik Karin. Nasib Amore sungguh mengenaskan, di sekujur tubuhnya penuh luka bekas pukulan. Ketika itu fisik Amore tidak menunjukkan bahwa ia seekor anjing rottweiler yang seharusnya gagah dan sangar. Amore saat itu kurus dan kumuh.

Entah bagaimana awalnya, Amore tak berumah dan tak bertuan. “Dia luntang-lantung di jalan,” kata Karin. Sejumlah remaja di Bintaro, Tangerang Selatan, mengejar dan melemparinya dengan batu serta tongkat. Beruntung, ada yang menyelamatkan Amore. Orang itu membuka pintu pagar rumahnya dan membiarkan Amore masuk ke dalam rumah.

Keesokan harinya, Amore dibawa ke Animal Clinic. Karin langsung memberi perawatan dan vaksin. “Wajahnya sayu, tidak semangat. Ketemu sama orang tidak semangat,” katanya. Namun, setelah melalui serangkaian perawatan di klinik, termasuk dimandikan dengan sampo dan diberi obat. Amore seperti menemukan kembali hidupnya. Dan dua minggu kemudian, dia menjadi ceria. Sejak itu, secara perlahan, Amore menjadi kian akrab dengan Karin.

Menurut Karin, JAAN tak hanya peduli pada anjing. Lembaganya punya program penyelamatan lumba-lumba, kukang atau kuskus, dan monyet yang dipekerjakan sebagai topeng monyet. JAAN setidaknya sudah menyelamatkan 38 monyet yang digunakan sebagai topeng monyet.

Seorang staf di JAAN, Gabriel Rinaldi, mengatakan, dalam penyelamatan topeng monyet, mereka bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja. “Satpol PP bertugas menangkap orangnya, kami yang membawa monyetnya,” kata laki-laki yang akrab disapa Gaby ini.

Sejauh ini JAAN sudah melakukan operasi penyelamatan topeng monyet di empat lokasi: perempatan Ragunan, Pejaten Village, perempatan Lebak Bulus, dan perempatan dekat gedung FedEx, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Kini, saban hari JAAN sibuk menerima banyak laporan, baik melalui telepon maupun e-mail. Ada yang melaporkan melihat anjing yang berkeliaran di jalan, ada juga yang ingin menghibahkan anjingnya karena sudah tidak ingin lagi memelihara. “Kami juga ingin melibatkan masyarakat untuk sama-sama ikut menyelamatkan hewan,” kata Karin.

Tidak semua penyelamatan hewan dilakukan oleh komunitas. Ada juga yang sendirian. Salah satunya Andrei, 44 tahun. Sejak pulang dari Jerman pada 2005, dia sudah tergerak untuk menyelamatkan anjing yang banyak ia temui di jalan. Sejak delapan tahun lalu itu, Andrei sudah mengadopsi 12 anjing dan 8 kucing. Dari pengalamannya mengadopsi anjing tersebut, banyak kisah yang ia jumpai. Suatu kali dia pernah melihat anjing jenis mini pincher diikat di pohon pada malam hari. “Tubuhnya penuh sundutan rokok.”

Lain waktu, Andrei juga pernah menemukan anjing cacat yang buta dibuang, dibiarkan di jalan. Dia juga pernah menemukan dua anjing kecil di tempat sampah. “Ya, sudah, langsung saya bawa pulang ke rumah,” katanya saat ditemui di rumahnya di kawasan perumahan Pantai Mutiara, Jakarta Utara. Langkah pertama yang ia lakukan adalah memberinya vaksin. Setelah itu, disterilisasi (dikebiri). “Itu penting supaya mereka tidak berkembang-biak.”

Sekarang Andrei ditemani Micky dan Bekel, dua anjing kecil hasil adopsi. “Pemilik sebelumnya sudah tidak bisa merawat. Ada yang karena harus kuliah, lalu memberikan ke saya,” katanya. “Saya, kalau keluar, yang dua ini ikut di dalam mobil."

Kamis, 21 Maret 2013

Kopi Turunkan Risiko Kecelakaan Lalu Lintas


Sydney--Para supir truk jarak jauh yang mengkonsumsi kopi, menurut sebuah penelitian terbaru, lebih sedikit mengalami kecelakaan lalu-lintas.

Para investigator Australia mengatakan bahwa mereka menemukan hubungan keduanya saat membandingkan 530 supir kendaraan berat yang baru-baru ini mengalami sebuah kecelakaan, dengan 517 supir lain yang tidak mengalami kecelakaan.

Kopi dan minuman lain yang mengandung kafein bisa menurunkan risiko kecelakaan, kemungkinan karena kandungan tersebut meningkatkan kewaspadaan, demikian diungkapkan British Medical Journal seperti dikutip situs BBC edisi 20 Maret 2013. Namun pakar keamanaan di jalan raya menegaskan bahwa kafein bukanlah pengganti tidur.

Dalam studi ini, lebih dari sepertiga supir mengatakan bahwa mereka mengkonsumsi minuman berkafein dan sebagian dari mereka mengaku melakukan hal tersebut untuk membuat mereka tetap terjaga.

Para supir yang mengkonsumsi kafein untuk mencegah kantuk menyerang ternyata lebih rendah 63 persen dalam terjadinya kecelakaan lalu-lintas dibandingkan para supir yang tidak mengkonsumsi kafein. Hal ini diperoleh setelah menghitung berbagai faktor seperti usia, pola tidur, jarak yang ditempuh, istirahat yang dilakukan dan jadwal mengemudi malam hari.

Jika para supir mempunyai catatan kecelakaan yang buruk selama lima tahun ke belakang, hal tersebut mempengaruhi tingkat kecelakaan yang terjadi berikutnya, karena meningkatnya risiko hingga 81 persen. Sekitar 70 persen dari para supir dalam penelitian ini mengatakan bahwa mereka berhenti untuk tidur sejenak ketika merasa lelah, sesuatu yang sangat direkomendasikan oleh pakar keamanan jalan raya.

Ketua peneliti, Lisa Sharwood dan rekan-rekannya dari University of Sydney mengatakan, supir yang letih haruslah beristirahat. Tapi, belum jelas benar aktivitas yang bermanfaat selama istirahat tersebut, tidur atau minum kopi. Karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Para pakar keamanan jalan raya di Inggris mengatakan, satu-satunya obat untuk kelelahan adalah tidur.

"Mengemudi dalam keadaan letih secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan sehingga kami mendorong para supir untuk memastikan bahwa mereka cukup istirahat sebelum mengemudi," kata juru bicara di Departemen Transportasi Inggris. "Para supir harus cukup tidur, merencanakan istirahat yang cukup dan berhenti saat mereka letih."

Akibat Radiasi bagi Kulit

Akibat Radiasi bagi Kulit
Jakarta -Sinar matahari memang sehat untuk tubuh, tapi jika kulit terlalu lama terpapar sinar matahariakan mengalami risiko kerusakan akibat radiasi Ultraviolet (UV). Demikian penuturan dr. M. Rachadian Ramadhan dari Gentur Cleft Foundation yang hadir dalam peluncuran Marina Hand Body Lotion UV White Extra SPF 15.

“Sehingga timbul masalah seputar kesehatan kulit, bahkan kerusakan kulit secara permanen, termasuk kanker kulit,” kata dokter berkacamata ini.

Rachadian juga menjelaskan pada radiasi ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kulit terbakar, menyebabkan noda-noda cokelat serta penebalan dan keringnya kulit. Radiasi UV dapat merusak DNA, menekan kekebalan tubuh, dan mengaktifkan bahan kimia dalam tubuh yang bisa menimbulkan kanker.

Efek negatif lainnya adalah penuaan dini. Karena intensitas sinar matahari di Indonesia sangat tinggi, maka dibutuhkan membutuhkan perlindungan menyeluruh terhadap pengaruh buruk sinar UVA dan UVB, serta nutrisi bagi kulit yang mampu menyehatkan, serta membantu mencerahkan kulit kembali.

Rachadian juga menegaskan pentingnya perlindungan komprehensif terhadap kulit. Menurutnya, kebutuhan perlindungan menyeluruh terhadap berbagai efek berbahaya UVB dan UVA pada kulit memang sudah seharusnya dipertimbangkan oleh konsumen di Indonesia.

“Dengan memilih tabir surya yang tepat, kulit akan terlindungi dari pengaruh buruk sinar matahari yang dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada kulit dan lebih jauh lagi bisa melindungi kulit dari resiko terkena kanker kulit akibat terlalu lama atau terlalu sering terbakar matahari,” ujarnya.

Karena itu melalui produk dengan SPF 15 dapat memberikan perlindungan optimal terhadap sinar UVB untuk aktifitas sehari hari karena pada dasarnya peningkatan tingkat SPF 15 tidak bersifat linear terhadap tingkat perlindungan dari sinar matahari. Sebagai ilustrasi SPF 15 dapat mem-filter sinar UVB sebesar 94% sedangkan SPF 30 sebesar 97%, bukan dua kali lipatnya. Jadi untuk aktivitas setiap hari seperti sekolah, kuliah, dan bekerja, perlindungan SPF 15 cukup optimal.

Minggu, 17 Maret 2013

Vitamin C Dosis Tinggi Picu Risiko Batu Ginjal

Vitamin C Dosis Tinggi Picu Risiko Batu Ginjal  

Stockholm - Sebuah penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi suplemen vitamin C setiap hari memiliki risiko dua kali lipat menderita batu ginjal.

"Telah lama diduga bahwa vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan risiko batu ginjal," kata pemimpin penelitian dari Karolinska Institutet Stockholm, Laura Thomas.

Suplemen biasanya mengandung sekitar 1.000 miligram (mg) vitamin C per tablet. Kebanyakan suplemen vitamin C yang dijual berisi 500 atau 1.000 mg.

Ia menjelaskan beberapa komponen dari vitamin C diserap oleh tubuh dan dikeluarkan melalui urin sebagai oksalat. Oksalat adalah salah satu komponen kunci penyebab batu ginjal.

Batu ginjal terdiri atas kristal kecil yang dapat dibentuk oleh gabungan kalsium dengan oksalat. Para peneliti mengatakan tidak ada manfaat yang jelas dari mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi.

Namun, Laura menegaskan tubuh manusia tetap membutuhkan banyak vitamin C yang bisa didapat dari buah-buahan dan sayuran. Segelas jus jeruk segar mengandung hanya sekitar 120 mg vitamin C.

Antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayur sangat penting bagi kesehatan tulang dan otot. "Vitamin C merupakan bagian penting dari diet yang sehat," kata Laura, seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Laura menekankan bahwa efek vitamin C terhadap risiko batu ginjal bergantung kepada dosis dan kombinasi nutrisi yang dikonsumsi.