Minggu, 10 Maret 2013

Liga Primer Indonesia

Pada tahun 2010 lahirlah Liga Primer Indonesia, liga yang diikuti oleh tim dari beberapa daerah di Indonesia. Liga pertama dan terakhir yang tiap timnya tidak menyusu terhadap APBD. Tapi sayang sayang beribu sayang liga ini hanya berjalan setengah musim ! ! Bagi saya liga yang paling enak ditonton di Indonesia adalah Liga Primer Indonesia. Permainan yang kalem dan kolektif ditunjukkan oleh tiap tim dalam setiap laga Liga Primer Indonesia. Selain permainan yang asyik ditonton [bagi saya], adapun Logo tim & Jersey yang dibuat juga sangat menarik dan keren abissss. Para suporter juga tak kalah kreatif dalam memberi dukungan setiap pertandingan, meskipun stadion tidak selalu dipenuhi oleh superter.  Lihatlah Logo, jersey & juga suporter dari tiap tim Liga Primer Indonesia berikut :  



Aceh United



Bali De Vata



Bandung Fc



Batavia Union



Bintang Medan



Bogor Raya




Bojonegoro Fc




Cendrawasi Papua


Jakarta Fc


Kabau Fc



Manado United



Medan Chiefs



Persebaya 1927



PSM



Persema



Real Mataram




Semarang United



Solo Fc



Tangerang Wolves




Rabu, 06 Maret 2013

Tanpa D.P Rp 55 Juta, ITB Dinilai Murah


TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah siswa SMA di Bandung mengatakan, uang kuliah ITB yang baru itu dinilai tak mahal. "Tanpa uang pangkal Rp 55 juta, jadinya enggak ada uang kaget di depan," kata Salma Humaira, siswi SMA Persatuan Guru Islam Indonesia (PGII) 1 Bandung, Sabtu, 2 Maret 2013.

Siswa lainnya, Gita Amalia dari SMA Taruna Bakti Bandung, juga menilai uang kuliah sebesar itu tak memberatkan. "Jadi seperti mengangsur, bahkan lebih murah kalau dibanding uang kuliah yang sekarang," kata Gita, yang ingin kuliah di jurusan teknik informatika ITB itu.

Institut Teknologi Bandung memberlakukan ketentuan baru tentang biaya kuliah mahasiswa baru tahun 2013. Rektor ITB Akhmaloka mengatakan, uang pangkal Rp 55 juta akan dihapus. Sedangkan biaya kuliah per semester yang tahun ini Rp 5 juta, ditetapkan Rp 0 hingga paling mahal Rp 10 juta atau Rp 20 juta per tahun.

Mahasiswa ITB jurusan teknik kelautan angkatan 2009, Annisa Handika, mengatakan, uang kuliah mahasiswa baru lebih murah dibanding angkatannya. "Saya enggak ngiri, malah bagus kalau begitu," ujarnya. Dulu ia harus membayar uang masuk Rp 55 juta ditambah kredit per semester yang berkisar Rp 4-5 juta.

Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni ITB, Betty Alisjahbana, mengatakan, nilai uang kuliah baru itu dibandingkan unit cost per mahasiswa terhitung murah. Namun, soal kemampuan membayarnya, diakui berbeda-beda oleh berbagai kalangan masyarakat. "Prinsip kami, ITB terbuka bagi semua kalangan. Tidak boleh ada yang tidak bisa masuk ITB karena ekonomi keluarga," ujarnya.

Karena itu, ITB mengalokasikan 20 persen kursinya untuk mahasiswa tidak mampu yang ditopang oleh dana Bidik Misi. Selain gratis uang kuliah, ITB memberikan tambahan biaya hidup sebesar Rp 1 juta per bulan. Adapun Ikatan Alumni, kata Betty, fokus membantu kalangan mahasiswa menengah ke bawah dengan beasiswa. Bantuan itu berasal dari penjaringan dana ke perusahaan dan donatur pribadi. "Tahun 2012, jumlah beasiswanya Rp 3 miliar, sekarang kami targetkan naik jadi Rp 4 miliar," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana meningkatkan beasiswa Bidik Misi atau bantuan pendidikan ke perguruan tinggi untuk anak miskin tetapi cerdas. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menjelaskan, beasiswa ini diharapkan mampu memutuskan mata rantai kemiskinan. "Tahun ini ada 92 ribu, tahun depan menjadi 150 ribu beasiswa," kata Nuh ketika ditemui di kantornya, Jumat, 28 Desember 2012.

Nuh optimistis angka ini akan diserap, apalagi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2013 tidak memungut biaya pendaftaran. Ia mengatakan, langkah ini untuk menghilangkan hambatan ketiadaan biaya pendaftaran. Anggaran beasiswa Bidik Misi pada tahun 2013, menurut Nuh, sebesar Rp 1,64 triliun. Sedangkan jumlah program beasiswa yang dikeluarkan senilai Rp 7,84 triliun atau 10,73 persen dari total anggaran Kementerian Pendidikan tahun depan senilai Rp 73,09 triliun.

Jumlah ini meningkat dari angka Rp 1,1 triliun untuk 92 ribu mahasiswa. Rencana pemerintah untuk memperbesar jumlah penerima menjadi 152 ribu mahasiswa membuat anggaran dinaikkan sebesar Rp 240 miliar untuk tambahan 40 ribu mahasiwa dan dana resettlement sebesar Rp 300 miliar untuk 20 ribu mahasiswa. 

Mengenai indeks prestasi Bidik Misi, Nuh mengaku bangga dengan mereka. Para mahasiswa miskin tapi cerdas ini jarang mendapatkan nilai B atau di bawahnya, mereka sering mendapatkan A. "Hasil dari Bidik Misi ini membantah bahwa anak miskin tidak bisa berprestasi," ucap Nuh.

Sebagian besar peserta Bidik Misi mendapatkan IPK di atas 2,75. Kalau di bawah itu, Nuh bakal mempertimbangkan untuk tetap dilanjutkan atau tidak.

Senin, 04 Maret 2013

Sepak Bola Tujuh Belasan

Ada sebuah desa di Kabupaten Banjarnegara, Sipedang namanya. Dari nama desanya pembaca mulai bertanya dalam hati sambil cengar cengir “Ko ada ya desa namane Sipedang?? Kenapa bukan siGolok pa SiKampak??”, tapi ga tau asal mula desa ini diberi nama sipedang. Semenjak saya dalam kandungan sampai segede ini nama desa ini ya Sipedang. Hue hue hue  . . . .

17 Agustus merupakan hari Kebesaran bagi bangsa Indonesia, hari dimana Negara tercinta kita merdeka dari belenggu para penjajah, Menurut pembaca merdeka belum si bangsa kita??? Tujuh belasan, kata yang sering terdengar ditelinga kita. Saya selalu antusias menyambut 17 an, terutama kegiatan rutin sepak bola antar dusun di desa saya.

Kegiatan sepak bola selalu menjadi bahan pembicaraan yang hangat ketika bulan agustus sudah mulai mendekat. Baik dikalangan pemuda maupun orang tua pembicaraan dimanapaun, kapanpun sepak bola menjadi bahan obrolan. Masyarakat sangat antusias menyambut kompetisi antar dusun yang diselenggarakan oleh Karang Taruna desa Sipedang. Saya sangat bersyukur karena kompetisi sepak bola di desa kami dapat terlaksana dengan sangat damai dan Sportif. “Sejarah kelam tentang kompetisi didesa kami, ingin kami kubur dalam-dalam” Kata ketua Karang taruna Desa Sipedang.

Tarsun di Sipedang bisa dikatakan sangat rapi untuk ukuran kompetisi di sebuah desa. Panitia sudah sangat bekerja keras untuk menyelesaikan kompetisi ini yang berjalan kurang lebih 40 hari. Kompetisi dibagi dalam dua grup, dimana tiap grup terdiri dari 6 tim. Meskipun tajuk Kompetisi Tarsun [Antar Dusun], tetapi dari 12 klub tersebut tidak semuanya memawikili dusun yang ada di desa Sipedang. Ada beberapa tim yang memang terbentuk secara mandiri atau adanya Konsorsium [Bahasa Kerennya] yang sengaja membuat tim sepak bola guna meramaikan agenda tahuan ini. Ada pula tim dari instansi sekolah yang ikut meramaikan. Yang unik dari Tarsun ini ialah, tim dalam kompetisi ini terdiri dari 10 pemain karena lapangan yang terlalu “lebar dan bagus”. Hue hue hue . .

Panitia sengaja menerapkan aturan yang sedikit ketat dari tahun sebelumya sekaligus mencoba untuk memberikan pemahaman bahwa sepak bola itu penuh dengan aturan dan tidak sesederhana seperti pemikiran kebanyakan masyarat di desa saya ini. Untuk mengikuti kompetisi ini, setiap tim harus menyerahkan data nama pemain beserta identitas dua minggu sebelum kompetisi bergulir. Apabila ada tim yang menggunakan pemain yang tidak ada dalam daftar pemain yang disetorkan ke panitia, maka tim tersebut akan memperoleh hukuman pengurangan poin 3. Pergantian pemain juga sudah mulai rapi sesuai dengan aturan, adapun papan penggantian pemain yang sudah susai standar AFC, Hwa ha ha ha ha . . . .

Pemberian kartu kuning juga diterapkan sesuai aturan, yaitu adanya sanksi absent satu pertandingan bagi pemain yang memperoleh dua kartu kuning dalam beberapa pertandingan dan sanksi kartu merah berupa sanksi larangan dua pertandingan. 

Berikut beberapa foto kompetisi Tarsun [Antar Dusun] di desa Sipedang 2011, Oya tak lupa saya informasikan bahwa Lapangan di desa kami sudah memenuhi Verifikasi dari PSSI dengan nikai ‘B’ atau sangat layak digunakan untuk pertandingan sepak bola Antar Kota Dalam Propinsi [AKDP].

Lapangan sepak bola Sipedang :



Stadion Lolos Verifikasi PSSI



Setiap sebelum pertandingan, bendera Fair Play selalu tak ketinggalan

Pergantian pemain pak wasit 



Saat pertandingan

 Klasemen sementara

Tim amatir peserta kompetisi Tarsun/Karang Taruna Cup Sipedang.

 Ardes a

 Ardes b

 Areka a

 Areka b

 Glondong FC

 Dragon fly

 Bfc a

 Ini tim saya [Counter Fc]

 Bfc b

 Mimusibama FC

 Pssw

 River Black

 Aduhhhh ada yang cidera

Kurang lebihnya mohon maaf.
KARANG TARUNA CUP 2011



Jumat, 01 Maret 2013

5 Fakta tentang Mimpi

5 Fakta tentang Mimpi  

Mengapa beberapa orang mengalami mimpi buruk dan yang lainnya justru tidur nyenyak? Seperti tidur, mimpi sampai sekarang masih menjadi fenomena misterius. Berikut beberapa fakta yang berhasil ditemukan ahlinya, seperti dilansir LiveScience.

1. Fakta pertama: mimpi dan kesehatan.
Mimpi buruk yang disertai refleks seperti tendangan menjadi pertanda kondisi kesehatan. Penyakit mimpi yang jarang terjadi seperti itu bisa menjadi pertanda penyakit seperti parkinson dan dementia atau kegilaan. JurnalNeurology di tahun 2010 pernah menerbitkan hasil penelitian kalau mimpi buruk bisa menjadi gejala awal satu dekade sebelum dokter mengetahuinya.

2. Fakta kedua: mimpi akibat begadang.
Begadang membuat Anda lebih sering mimpi buruk. Jurnal Sleep and Biological Rhytms di 2011 menyebutkan bahwa orang yang sering tidur telat memiliki kemungkinan mengalami mimpi buruk dari mereka yang tidur lebih cepat. Meski begitu, peneliti belum bisa menemukan penyebab dari kebiasaan tidur dan mimpi buruk.

3. Fakta ketiga: mimpi basah.
Pria bermimpi soal seks sesering mereka memikirkannya di hari biasa.

4. Fakta keempat: bisakah kita mengendalikan mimpi?
Anda bisa mengontrol mimpi. Psikolog Jayne Gackenbach dari Universitas Grant MacEwan menyatakan realitas virtual dari permainan video game bisa membantu mengatur mimpi Anda. Penelitiannya yang terakhir menemukan bahwa orang yang terbiasa bermain game bisa mengalami mimpi yang begitu jelas nyata (lucid dreams) ketimbang orang yang jarang bermain games. Sebab gamers, katanya, terbiasa mengontrol segala sesuatu dalam video games yang dimainkannya.

5. Fakta kelima: kenapa kita bermimpi?
Penyebab kita bermimpi. Selama bertahun-tahun peneliti berusaha mengungkapkan alasan kita bermimpi. Sigmund Freud mengatakan mimpi merupakan efek samping dari kondisi REM. Di lain pihak, psikolog Deirdre Barrett dari Harvard saat mengumumkan teorinya di tahun 2010 mengatakan yang kita mimpikan bisa menjadi solusi dari permasalahan yang sedang kita alami.

Kamis, 28 Februari 2013

Tentang Ahmad Dahlan

Kyai Haji Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868, Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. Silsilahnya tersebut ialah Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana 'Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan).

Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.

Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah. Disamping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta.

Dengan maksud mengajar agama, pada tahun 1909 Kiai Dahlan masuk Boedi Oetomo - organisasi yang melahirkan banyak tokoh-tokoh nasionalis. Di sana beliau memberikan pelajaran-pelajaran untuk memenuhi keperluan anggota. Pelajaran yang diberikannya terasa sangat berguna bagi anggota Boedi Oetomo sehingga para anggota Boedi Oetomo ini menyarankan agar Kiai Dahlan membuka sekolah sendiri yang diatur dengan rapi dan didukung oleh organisasi yang bersifat permanen. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari nasib seperti pesantren tradisional yang terpaksa tutup bila kiai pemimpinnya meninggal dunia.

Saran itu kemudian ditindaklanjuti Kiai Dahlan dengan mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama Muhammadiyah pada 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330). Organisasi ini bergerak di bidang kemasyarakatan dan pendidikan. Melalui organisasi inilah beliau berusaha memajukan pendidikan dan membangun masyarakat Islam.


Bagi Kiai Dahlan, Islam hendak didekati serta dikaji melalui kacamata modern sesuai dengan panggilan dan tuntutan zaman, bukan secara tradisional. Beliau mengajarkan kitab suci Al Qur'an dengan terjemahan dan tafsir agar masyarakat tidak hanya pandai membaca ataupun melagukan Qur'an semata, melainkan dapat memahami makna yang ada di dalamnya. Dengan demikian diharapkan akan membuahkan amal perbuatan sesuai dengan yang diharapkan Qur’an itu sendiri. Menurut pengamatannya, keadaan masyarakat sebelumnya hanya mempelajari Islam dari kulitnya tanpa mendalami dan memahami isinya. Sehingga Islam hanya merupakan suatu dogma yang mati.

Di bidang pendidikan, Kiai Dahlan lantas mereformasi sistem pendidikan pesantren zaman itu, yang menurutnya tidak jelas jenjangnya dan tidak efektif metodenya lantaran mengutamakan menghafal dan tidak merespon ilmu pengetahuan umum. Maka Kiai Dahlan mendirikan sekolah-sekolah agama dengan memberikan pelajaran pengetahuan umum serta bahasa Belanda. Bahkan ada juga Sekolah Muhammadiyah seperti H.I.S. met de Qur'an. Sebaliknya, beliau pun memasukkan pelajaran agama pada sekolah-sekolah umum. Kiai Dahlan terus mengembangkan dan membangun sekolah-sekolah. Sehingga semasa hidupnya, beliau telah banyak mendirikan sekolah, masjid, langgar, rumah sakit, poliklinik, dan rumah yatim piatu.

Kegiatan dakwah pun tidak ketinggalan. Beliau semakin meningkatkan dakwah dengan ajaran pembaruannya. Di antara ajaran utamanya yang terkenal, beliau mengajarkan bahwa semua ibadah diharamkan kecuali yang ada perintahnya dari Nabi Muhammad SAW. Beliau juga mengajarkan larangan ziarah kubur, penyembahan dan perlakuan yang berlebihan terhadap pusaka-pusaka keraton seperti keris, kereta kuda, dan tombak. Di samping itu, beliau juga memurnikan agama Islam dari percampuran ajaran agama Hindu, 
Budha, animisme, dinamisme, dan kejawen.
Di bidang organisasi, pada tahun 1918, beliau membentuk organisasi Aisyiyah yang khusus untuk kaum wanita. Pembentukan organisasi Aisyiyah, yang juga merupakan bagian dari Muhammadiyah ini, karena menyadari pentingnya peranan kaum wanita dalam hidup dan perjuangannya sebagai pendamping dan partner kaum pria. Sementara untuk pemuda, Kiai Dahlan membentuk Padvinder atau Pandu - sekarang dikenal dengan nama Pramuka - dengan nama Hizbul Wathan disingkat H.W. Di sana para pemuda diajari baris-berbaris dengan genderang, memakai celana pendek, berdasi, dan bertopi. Hizbul Wathan ini juga mengenakan uniform atau pakaian seragam, mirip Pramuka sekarang.


Pembentukan Hizbul Wathan ini dimaksudkan sebagai tempat pendidikan para pemuda yang merupakan bunga harapan agama dan bangsa. Sebagai tempat persemaian kader-kader terpercaya, sekaligus menunjukkan bahwa Agama Islam itu tidaklah kolot melainkan progressif. Tidak ketinggalan zaman, namun sejalan dengan tuntutan keadaan dan kemajuan zaman.

Karena semua pembaruan yang diajarkan Kyai Dahlan ini agak menyimpang dari tradisi yang ada saat itu, maka segala gerak dan langkah yang dilakukannya dipandang aneh. Sang Kiai sering diteror seperti diancam bunuh, rumahnya dilempari batu dan kotoran binatang.

Ketika mengadakan dakwah di Banyuwangi, beliau diancam akan dibunuh dan dituduh sebagai kiai palsu. Walaupun begitu, beliau tidak mundur. Beliau menyadari bahwa melakukan suatu pembaruan ajaran agama (mushlih) pastilah menimbulkan gejolak dan mempunyai risiko. Dengan penuh kesabaran, masyarakat perlahan-lahan menerima perubaban yang diajarkannya.

Tujuan mulia terkandung dalam pembaruan yang diajarkannya. Segala tindak perbuatan, langkah dan usaha yang ditempuh Kiai ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Islam itu adalah Agama kemajuan. Dapat mengangkat derajat umat dan bangsa ke taraf yang lebih tinggi. Usahanya ini ternyata membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Banyak golongan intelektual dan pemuda yang tertarik dengan metoda yang dipraktekkan Kiai Dahlan ini sehingga mereka banyak yang menjadi anggota Muhammadiyah. Dalam perkembangannya, Muhammadiyah kemudian menjadi salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia.

Melihat metoda pembaruan KH Ahmad Dahlan ini, beliaulah ulama Islam pertama atau mungkin satu-satunya ulama Islam di Indonesia yang melakukan pendidikan dan perbaikan kehidupan um’mat, tidak dengan pesantren dan tidak dengan kitab karangan, melainkan dengan organisasi. Sebab selama hidup, beliau diketahui tidak pernah mendirikan pondok pesantren seperti halnya ulama-ulama yang lain. Dan sepanjang pengetahuan, beliau juga konon belum pernah mengarang sesuatu kitab atau buku agama.


Muhammadiyah sebagai organisasi tempat beramal dan melaksanakan ide-ide pembaruan Kiai Dahlan ini sangat menarik perhatian para pengamat perkembangan Islam dunia ketika itu. Para sarjana dan pengarang dari Timur maupun Barat sangat memfokuskan perhatian pada Muhammadiyah. Nama Kiai Haji Akhmad Dahlan pun semakin tersohor di dunia.

Dalam kancah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, peranan dan sumbangan beliau sangatlah besar. Kiai Dahlan dengan segala ide-ide pembaruan yang diajarkannya merupakan saham yang sangat besar bagi Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20.

Kiai Dahlan menimba berbagai bidang ilmu dari banyak kiai yakni KH. Muhammad Shaleh di bidang ilmu fikih; dari KH. Muhsin di bidang ilmu Nahwu-Sharaf (tata bahasa); dari KH. Raden Dahlan di bidang ilmu falak (astronomi); dari Kiai Mahfud dan Syekh KH. Ayyat di bidang ilmu hadis; dari Syekh Amin dan Sayid Bakri Satock di bidang ilmu Al-Quran, serta dari Syekh Hasan di bidang ilmu pengobatan dan racun binatang.


Pada usia 66 tahun, tepatnya pada tanggal 23 Februari 1923, Kiai Haji Akhmad Dahlan wafat di Yogyakarta. Beliau kemudian dimakamkan di Karang Kuncen, Yogyakarta. Atas jasa-jasa Kiai Haji Akhmad Dahlan maka negara menganugerahkan kepada beliau gelar kehormatan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan tersebut dituangkan dalam SK Presiden RI No.657 Tahun 1961, tgl 27 Desember 1961.

Teknologi Garis Gawang

ZURICH. Melalui situs resminya,FIFA mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan menggunakan teknologi garis gawang (Goal Line Technology/ GLT) di Piala Konfederasi 2013 Brasil dan Piala Dunia 2014 Brasil, Selasa (19/2/2013). 
Mengingat banyaknya GLT di pasaran, FIFA membuka tender pada Selasa (19/2/2013) dan telah menentukan persyaratan teknis untuk dua turnamen di Brasil itu. Keputusan mengenai teknologi yang akan digunakan pada dua ajang itu akan diambil pada April 2013.
Sejauh ini, sudah ada dua penyedia teknologi garis gawang yang sudah mendapatkan lisensi dari FIFA’s Quality Programme untuk teknologi garis gawang, yaitu Hawk-Eye dari Inggris (menggunakan 6-8 kamera berkecepatan tinggi) dan GoalRef dari Jerman (menggunakan medan magnet di sekitar gawang dan sirkuit elektronik di dalam bola). Kedua teknologi tersebut sudah digunakan di Piala Dunia Antarklub Jepang pada Desember 2012.
Bersama dengan penyedia teknologi garis gawang lain yang saat ini dalam proses mendapatkan lisensi, Hawk-Eye dan GoalRef diundang FIFA untuk mengajukan proposal. 
Perusahaan teknologi garis gawang lain akan diundang mengikuti kunjungan ke lokasi-lokasi pertandingan Piala Konfederasi 2013, yang dijadwalkan pertengahan Maret mendatang.

Timnas Indonesia dari masa ke masa

Setiap melihat timnas berlaga selalu bikin deg-degan, apalagi misal lawan negeri sebelah yaitu Malaysia, bikin greget banget pokmen. Meski jarang menag tapi tiap timnas mau main selalu saya tunggu-tunggu, palingan hasil akhir yang sering bikin jengkel, emosi, muuuuaaaangkel, pokoe bikin ga bangeeet gitu . . . .
Birpun jarang menag, tim GARUDA salalu dihati.
Ini ada beberapa Foto teamnas dari masa ke masa :

Skuad 1938

Skuad 1960

Skuad 1980

Skuad 1990

Skuad 2010

Skuad 2012